31 Des 2013

Ketika Tuhan ambil hatiku

Posted by with No comments

Ketika Tuhan ambil hatiku, aku tahu Ia siapkan yang terbaik untukku dan untukmu. Sekuat apapun kita bertahan, rencana Tuhan takkan tergeserkan..

gambarnya dari gugel
Namaku Ivanka. Aku adalah seorang anak perempuan yang menyukai cinta. Aku mencari hal yang tak ku dapat selama ini. Aku suka dihargai. Aku suka dipuji. Aku suka disanjung. Aku bukan anak perempuan yang hebat, jadi sulit untukku untuk bias mendapatkan hal-hal tadi dari orang-orang sekitarku. Aku mencari dimana aku bias mendapatkan hal tersebut. Akhirnya kudapatkan ketika aku memiliki seorang kekasih. Apa yang aku inginkan selalu aku dapatkan dari mereka. Ketika aku tidak mendapatkannya lagi? Aku mengakhiri hubungan tersebut.


Zinah bibir, rayuan, kebohongan, kemunafikan, hawa nafsu adalah makananku setiap hari. Tenang saja, aku masih VIRGIN. Setidaknya ada hal yang masih aku simpan sebagai hargaku dihari pernikahanku nanti. Meskipun seakan jauh dari MUNGKIN, ada seorang laki-laki yang bisa mencintaiku bukan karna “makananku” tadi. 

Setiap laki-laki yang aku temui semua memiliki karakter yang sama, mereka penuh nafsu, kebohongan, keliaran yang aku masih bisa nikmati. Karna dari mulut pembohongnya lah aku mendapatkan pujian, sanjungan dan penghargaan. Dari otak kotornya lah aku dibuai seakan menjadi seorang yang sangat cantik dan bahagia di seluruh bumi. Mereka sama. Mereka lakukan apapun untuk mendapatkan jawaban “IYA” dariku. Mereka rela mengorbankan apapun sehingga aku bisa jatuh kedalam pelukan mereka. Setelah aku tenggelam dalam pelukan mereka? Aku lepaskan semua hasratku dan ketika kami bosan, kami tinggalkan semua, seakan tak terjadi apapun.

Sampai pada pelabuhan terakhirku beberapa tahun yang lalu, aku mulai muak dengan ini semua. Aku merasa ada hal yang tidak terpenuhi di dalam hatiku. Sejauh apapun aku mencari tak ada satupun laki-laki atau sahabat perempuanku yang bisa membuat aku mendapatkan hal yang aku cari.

“Vanka, gimana kalau kita, have a sex?”
“Kamu gila!”
“Nggak, aku nggak gila, its just because I love you, aku pengen sama kamu selamanya Van..”
Aku mulai terbuai, seakan melayang tinggi, ia mencumbuku dalam kesepian kamar itu. Dan..
“No! Kita nggak bisa lakuin ini..”
“Van. Kamu sayang aku kan?”
“Iya aku sayang, tapi nggak gini caranya. Kita bakal lakuin ini NANTI, dan semua yang aku punya adalah milikmu, setelah pemberkatan nanti..”
“Tapi Van, cepat atau lambat sama aja kan? Toh kita akan saling memiliki selamanya”
“Nggak.. Udahlah stop yah, aku mau kita cuma quality time disini, berdua, ngobrol, bukan have a sex kayak yang kamu bilang.”
“Okey Van, okey..”

Berkali aku menolak ajakan seperti ini, disaat tak sehelai benangpun menempel pada tubuhku. Tak ada satu orangpun mengganggu. Aku tak mengerti kenapa aku bisa menolaknya berkali-kali. Sedangkan teman-temanku yang lain, dengan suasana tak mendukungpun mereka bisa melakukannya seakan tak ada satupun yang melihat mereka. Bahkan didepan mataku! Shit! Aku hanya berfikir, suatu saat aku ingin di nikahi oleh seorang lelaki yang sama seperti aku. Meskipun liar dimasa muda, tapi ia tetap menjaga keperjakaannya sampai hari pemberkatanku tiba. Dan aku mengingat perkataan seorang guru padaku ..
 “Sex bukan hal yang tabuh dibicarakan lagi sekarang. Tapi percayalah, sex akan SANGAT INDAH, ketika kamu melakukannya pada saat sudah diberkati dan HALAL. Tak ada rasa takut. Tak ada rasa was-was. Semua indah. Dan bahkan semua orang menunggu hasilnya…”

Aku menginginkan sebuah pernikahan yang benar-benar suci. Tanpa masa lalu kelam. Apalagi .. MBA ..

Semakin aku melakukan hal-hal lain, hatiku seakan berkecamuk sendiri. Seakan nuraniku menolak untuk melakukannya lagi. Oke ada batasan lain lagi dari hatiku. AKU GA BISA KISSING lagi. Kissing udah lumrah banget untuk kita. Tapi hatiku menolak. Sangat menolak. Tidak ada gairah seperti biasa. Ntahlah aku semakin bingung..

Akhirnya 1 tahun lalu aku melabuhkan cintaku pada seorang laki-laki yang sempat kuceritakan tadi. Mac Richardo CS. Aku mencintainya bukan karna kelebihannya. Aku menginginkan cinta yang tulus. Bukan cinta seperti yang dulu. Sekuat tenaga Mac mencoba mendapatkanku, namun sulit untukku mengerti dan menerima karena kemuakan yang ada didalam hatiku. Tapi 1 tahun Mac dengan sabar menungguku dan pada akhirnya aku yakin ia adalah orang yang baik untukku. Aku menerimanya..
Setelah hari itu aku merasa aku menjadi semangat setiap hari. Aku selalu berbahagia. Meskipun ia datang padaku tidak seperti laki-laki yang lain, yang berlebih dalam hal materi. Bisa memanjakanku dalam berbagai hal, tapi aku bahagia. Aku yakin ini adalah cinta yang sebenarnya. Aku mulai berdoa. Aku mulai mendoakannya.

1 minggu pertama ia dapat menciumku. Bedanya aku bergairah kembali. Berbeda seperti sebelumnya. Hatiku seakan tak menolak. Hatiku seakan berteriak, YEAH ini adalah suamimu! Ini adalah jodohmu! Aku semakin bersemangat ketika ia mulai berani merancang masa depan kami. 1 bulan berselang ia mengecewakanku dengan menghubungi orang yang pernah dalam hatinya dulu. Tapi aku memaafkannya. Aku berfikir aku egois. Akhirnya kami kembali seperti biasa.
Beberapa bulan lewat, ia selalu menyatakan kegagalannya padaku. Tidak ada keberhasilan. Tidak ada kemajuan dalam sekolahnya, atau pekerjaannya. Ia ditolak berkali-kali. Ia hanya menggerutu dan marah. Tapi aku memakluminya. Aku anggap itu adalah ujian untukku yang dulu hanya tahu foya-foya. Aku harus tetap setia pada Mac.

Beberapa bulan dalam kegagalannya, aku justru mulai meraih prestasi-prestasi ku. Aku mulai memiliki pekerjaan yang semakin baik. Aku memiliki pelayanan di gereja yang cukup baik. Kuliahku juga sangat jauh dari kata jelek. Semua seakan sempurna untukku. Sampai ia menyatakan keminderannya padaku. Sekali lagi aku memakluminya. Aku juga manusia, pernah gagal. Dan ketika gagal aku menginginkan kesempatan. Dan aku berikan kesempatan itu pada Mac. Ia bilang ia beruntung memiliki aku. Aku juga merasa begitu.

Tapi pada suatu siang aku melihat text history pada ponselnya. Seakan terbakar, dan tersambar petir, aku membaca semuanya. Ia masih berhubungan dengan cinta pertamanya. Aku sedih. Kecewa. Dan yang pasti aku cemburu. Yang membuatku kecewa adalah, ketika aku melihat date history semua text message itu. Itu adalah tanggal dan jam dimana aku sedang berada di sebuah camp gereja, dan pada jam itu aku sudah menelpon Mac dan berkata aku ingin tidur. Dan ia juga berkata pada saat itu ia kelelahan. Tapi kenapa yang aku baca adalah, ..

Aku marah! Aku benci Mac! Tapi lagi-lagi Mac mampu meredakan amarahku. Ia mampu membuat aku tenang dan yakin kalau ia tidak melakukan apapun dengan cinta pertamanya itu. Akhirnya sekali lagi aku memaafkan Mac. Dan ia berjanji tidak akan membiarkan aku menangis sekali lagi. Karna itu juga membuat Mac hancur. Katanya.

Dan kehancuran berikutnya ketika aku dan Mac tak bicara lebih dari 1 minggu. Aku pergi ke gereja dan berkali aku menangis ketika aku mengingat Mac. Akhirnya aku mengajak Mac berbicara dan aku ingin ia menyelesaikan semua ini. Ternyata ia meninggalkanku dan memutuskan aku malam itu juga. Aku kecewa. Tapi lagi-lagi aku mengampuninya dan aku merelakannya..


Malam ini aku teringat semua kejadian di atas. Aku menangis sekali lagi untuk kisahku. Pada saat ke gereja aku menerima kata-kata ini ..
 “Kasih di dunia, berbeda dengan kasih surgawi. Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka SEMUANYA itu akan ditambahkan kepadamu..”

Aku percaya ketika aku merelakan Mac dan menyerahkan hatiku untuk diperbaharui, aku akan merasa lebih baik. Tidak ada lagi kecewa dan benci. Tidak ada lagi kesedihan dan duka. Yang ada hanyalah sukacita. Yang ada hanyalah ketenangan dan kedamaian dalam hidup.

Mac mungkin pada saat ini tak membaca tulisanku. Tapi aku yakin, bersama siapapun Mac disana, ia tetap mengingatku, meskipun ia membenciku, suatu saat kami akan berbaikan lagi. Meskipun aku masih menyayangi Mac aku akan terus mendoakan Mac sampai suatu saat aku tak perlu mendoakannya lagi, ketika ia bisa berdoa sendiri atau ada seorang wanita yang mampu mendoakannya setiap hari melebihi aku.

Dan meskipun Tuhan mengambil Mac pada saat ini, kalau Mac benar orang yang akan menikahiku, Tuhan pasti bisa mengembalikan Mac dengan cara yang luar biasa dan ajaib.
Mac terimakasih sudah menjadi bagian hidupku. Ivanka~


 




0 comments:

Posting Komentar