12 Okt 2015

Jesus, Please save Indonesia!

Posted by with No comments
Mereka tercengang ketika semua kebenaran terbuka, mereka menyadari bahwa mereka sudah terluka. Tak kuasa airmata mengalir begitu derasnya di pipi mereka yang kemerah-merahkan. Tampak kepedihan begitu mendalam terlihat dari setiap ekspresi wajah itu. Dari bola mata yang begitu murni mereka menyimpan luka yang mereka tak sadari. Dari gerak-geriknya begitu gelisah seolah berkata, iya aku mau lepas dari semua ini. Tak terasa ternyata mataku pun mulai berkaca-kaca. Ya aku pernah merasakan kepedihan itu. Di tolak di hina di jauhi hanya karna alasan "main-main"



"Mungkin sekarang kalian di bully, kalian tidak diterima, mama papa membedakan kalian dengan saudara kalian. Teman-teman menjauhi kalian karna kalian berbeda. Mungkin kalian yang suka membully, tahukah, ketika kita membully ada hati yang sedang kita hancurkan, ada masa depan yang memudar ketika kita meletakkan label-label buruk itu kepada teman kita. Percayakah kata-kata bully itu menghancurkan dan mengubah karakter seseorang yang awalnya bisa diam, menjadi manusia yang buas dan tidak berprikemanusiaan?....."

Aku kembali ke masa ketika aku mengalaminya...

Aku dibesarkan di dalam sebuah lingkungan dengan kesenjangan sosial yang begitu nampak. Dan di lingkungan yang mayoritas berkulit putih sedangkan aku adalah pribumi. Aku termasuk anak yang bertubuh kecil pada saat itu, dan aku juga bukan anak yang termasuk dalam golongan atas tingkat kecerdasannya. Aku anak biasa, sangat biasa bahkan. Aku di besarkan oleh papa yang adalah seorang guru, tidak aku tidak pernah menyesalinya, aku bangga dengan keberadaan papaku. Tapi kedisiplinannya padaku membuatku berbeda. Aku tidak pernah memakai tas pink hello kitty, dan segala alat tulis bergambar serupa, sepatuku tidak seperti sepatu anak lainnya yang penuh dengan pernak-pernik anak perempuan yang lucu, begitu juga kaus kakiku yang polos tidak seperti anak lain yang ada bunga di kaus kakinya. Barang-barangku murahan? TIDAK SAMA SEKALI, tapi anak-anak seumuranku pada saat itu tidak mengerti harga, yang mereka tahu adalah LUCU
http://www.cyh.com/HealthTopics/library/prejudice8.jpg


Semenjak saat itu aku mulai dipandang berbeda, anak-anak perempuan mulai menjauhiku, dan membuatku terpaksa bermain dengan anak laki-laki. Yang ternyata membuat mereka semakin geram, karna aku masih bisa 'survive' sekalipun disisihkan. Mereka mulai menyerangku dengan hinaan-hinaan yang awalnya sama sekali tidak menggangguku, tapi lama kelamaan karna hinaan itu aku mulai berkaca dan menelan hinaan itu. Maka semenjak itu,hiduplah hinaan itu dalam diriku. Aku berbeda!

Perlakuan berbeda itu tidak hanya aku dapatkan dari teman-temanku, tetapi juga dari guruku. Ketika aku berlari mencari pertolongan karna aku di serang, justru aku dimarahi dan dihukum karna mereka lebih banyak daripada aku. Dengan dalil "tidak mungkin kamu dibenci mereka sebanyak ini kalau bukan karna kamu yang salah", dan ya aku mengalah, aku mulai tumbuh menjadi pribadi yang diam di dalam sekolah. Sekolah menjadi neraka bagiku. Tak jarang setiap pagi aku merengek untuk tidak pergi kesekolah, bahkan mengaku sakit agar aku tak pergipun aku pernah melakukannya, sayangnya mamaku lebih pintar daripada aku saat itu.

"Eh coba kalian isi bola kertas ini pakai air! lalu lemparkan padanya!", kata seorang daripada mereka sambil melihatku begitu sinis. Akhirnya mereka beramai-ramai melempariku dengan bola kertas berisi air, yang membuat rok, sepatu dan kaus kakiku basah. Aku menangis. Aku menangis tapi tidak ada yang perduli. Bahkan ketika aku menuliskan ini aku menangis, terlalu picik dan kejam perlakukan itu untuk anak berumur 7 tahun!

Aku merasakan semua itu sejak aku menginjakkan kaki di kelas 4 Sekolah Dasar, sampai aku kelas 6 sekolah dasar. Aku menumpuk semua kebencian, aku menumpuk setiap luka itu sendiri. Tidak ada satu orangpun mempercayaiku. Sekalipun orang-orang terdekatku. Sekarang aku mengerti, ketika suatu perbuatan dianggap baik oleh mayoritas orang, maka jika si minoritas tidak melakukannhya maka ia di anggap SALAH! Dan pada saat itu aku merasakannya. Aku adalah SI SALAH. Apapun yang aku lakukan dicerca. Aku tidak bisa bertumbuh karena ketikapun aku mendapatkan hasil baik, aku dituduh bertindak curang. Sejujurnya aku tidak ingin kembali kemasa itu lagi...

Dan perlakuan mereka ketika aku duduk di sekolah dasar mementuk karakter kerasku, dan ketika aku masuk di sekolah menengah, aku mulai berubah menjadi pemberontak, arogan dan kasar. Aku harus mendapatkan semua apa yang aku mau terutama di sekolah. Perhatian dari guru, pengakuan dari teman-temanku, dan ketika melikah anak-anak laki-laki menatapku dengan takut, adalah satu kepuasan yang sangat amat bagiku. Aku miliki kekuasaan, guru-guru pun mengakui aku memiliki prestasi yang tidak buruk, sehingga mereka tidak bisa menyalahkan aku sepenuhnya karna aku dibela oleh prestasiku. Aku mulai bergaul dengan orang-orang yang memuaskan telingaku dengan pujian, orang-orang yang tunduk dengan apa mauku. Jika tidak? Aku tak segan menindasnya. Kejam! Ya itulah aku ketika aku Sekolah Menengah.

Dan ketika aku melihat air mata mereka, aku betul merasakan kepedihan itu.
Tuhan, jika dulu Kau perbolehkan aku untuk merasakan semua, aku masuk ke dalam hal yang menyakitkanku. Aku percaya mataMu dan tanganMu tak pernah lepas daripadaku. Aku tahu itu adalah salah satu "mesin pembentuk" karakterku. Aku percaya itu adalah bagian daripada rencanaMu. Aku tahu ketika Kau izinkan sesuatu terjadi dalam hidupku, semata karna Kau mengasihiku, Kau inginkanku menjadi anakMu yang kuat dan tegar..

Aku tahu ketika aku menangis seperti anak-anak itu, Kau pun ikut merasakan kesakitanku. Aku tahu ketika aku memeluk mereka saat ini, begitu juga Kau memeluk hatiku ketika tidak ada satupun manusia memelukku dan mengatakan kata-kata kasih padaku... dan aku percaya Kau pribadi yang sama, yang mencintaiku dulu sekarang dan selamanya, Kau juga pribadi yang mencintai anak-anak itu bahkan sebelum mereka Kau jadikan. Aku percaya Kau izinkan aku dahulu merasakan semua ini, adalah sebagai kesaksian bagi mereka, bahwa mereka pun bisa bangkit dan bersinar ketika Kau menjadi satu yang kami andalkan..

Peluk senantiasa hati mereka ya Bapa, karna waktu, tenaga, kami terbatas. Kaulah pribadi yang tiada terbatas yang mampu mengubah setiap airmata mereka menjadi sorak-sorai kemenangan..

Dan aku percaya ketika Kau izinkan mereka merasakan ini semua, Kau akan pakai mereka menjadi tentara-tentaraMu yang gagah perkasa pada zaman mereka. You are our GREAT CREATOR, Kau sudah rancang semuanya! Semuanya tiada terkecuali!

Save Them! Save this generation God!
Pakai kami pakai setiap anakMu untuk menjadi perpanjangan tanganMu.
Limpahkan kasihMu pada kami, agar kami punya hati untuk mengasihi generasi.
Perkuat setiap kaki kami untuk berlari ke arah tujuan yang sudah Engkau tunjukkan..

 Terimakasih untuk setiap penyertaanMu. Yang sampai detik ini masih membuatku terpesona. membuatku semakin mencintaiMu. I Love You Jesus, I love this generation too ^_^

0 comments:

Posting Komentar