12 Okt 2015

Kebodohan Terindahku

Posted by with No comments
"Okay, ketemu disana jam setengah enam pagi ya! See ya!"

Seakan diriku melayang ke langit ketujuh saat aku tahu bahwa besok untuk pertama kalinya aku akan bersamanya walaupun hanya beberapa menit saja, berdua, iya berdua. Hatiku bergetar hebat membayangkan betapa bahagianya aku bisa menatapnya dari dekat, mendengar suaranya begitu jelas dan tertawa bersama. Aku bahagia. Meskipun sampai saat ini aku tahu bahwa dia sudah menjadi milik orang lain, aku tahu bahwa hatinya takkan pernah jadi milikku, tapi menjadi seperti ini saja sudah cukup bagiku. Aku bahagia!


Sampai saat ini aku tak mengerti apa yang aku rasakan, aku menyukainya tapi aku tak berani tuk melangkah. Aku tahu aku mencintainya tapi aku tak mampu tuk menunjukkannya. Seakan ada dinding transparan berada di antara aku dan dia, memang aku bisa melihatnya namun takkan pernah bisa memeluknya. Takkan pernah bisa. Aku hanya bisa melihatnya dari dekat tanpa bisa menyentuhnya apalagi tuk memilikinya. Aku bagaikan kupu-kupu yang kehilangan kemampuan terbangnya, aku ingin hinggap di satu bunga yang begitu indah disana, tapi sayang, aku tak bisa.Cinta seakan fatamorgana bagiku. Sesuatu yang dekat dan jelas ku pandang namun semuanya semu.

"Kabari aku jika kamu sudah disana, im on my way!"
Tak ada kabar apapun. Aku memberanikan diri untuk pertama kalinya dalam hidupku untuk menghubunginya via telepon.
"Kamu dimana?"
"Prepare, ill be there!"
"Kamu bilang jam setengah enam dan aku sudah disini...", ya pada akhirnya aku menunggunya...

Menunggu adalah hal yang paling aku tak suka. Aku benci menghabiskan waktuku dengan hanya berdiam tanpa melakukan apapun. Namun entah kenapa menunggu kali ini terasa begitu mudah. Aku menikmati tiap detiknya sambil kulanjutkan merangkai banyak harapan indah semalam didalam otakku sendiri. Aku tersenyum bahagia meskipun hanya sekedar khayalku. Detik demi detik, menit demi menit aku menantinya sampai di tempatku berdiri. Aku mulai menerka, mulai bermain dengan tebakkanku sendiri...

"Kalau dia datang tepat 07.30 artinya dia tidak memperjuangkanmu. Kamu harus menunggu satu jam dan dia tak perduli denganmu, tapi jika dia datang lebih cepat, he is yours!"

Entah bagaimana pikiran itu bisa mengalir dari dalam otakku. Entah apa yang merasuki jiwaku sehingga aku mampu menerka hal yang tidak mungkin terjadi. Ya, sekalipun dia perduli, sekalipun dia datang ketempat itu lebih cepat. Semakin aku terlarut dalam terkaanku sendiri, semakin aku terikat dengan semua kebodohanku, dan semakin dekat aku dengan jurang patah hati yang seakan sudah menganga menungguku untuk bermain terlalu jauh, terjatuh dan tenggelam dalam kekelaman harapan yang tak tercapai. 

07.10 dari jauh dia tersenyum padaku, berkali ia melontarkan permintaan maafnya, dan menertawakan kebodohanku dan dia yang salah paham saat membuat janji. Wajahnya begitu merasa bersalah, aku suka, dia khawatir padaku. Aku suka melihatnya perhatian padaku, meskipun, aku tahu itu hanyalah empati belaka bukan suka apalagi cinta...

Semakin aku tenggelam dalam semua terkaan dan bayangannya dalam hatiku, semakin aku terikat dan tak bisa lepaskan diriku sendiri dari hatinya, semakin aku terjerat dan tak bisa berlari menjauhinya, jangankan berlari beranjak pun aku tak mampu. Oh bukan tak mampu, aku tak mau!

Entah berapa kali aku bilang ini adalah sebuah kebodohan. Aku tak mau tinggalkan semua impian dan harapan yang sudah kurangkai sendiri. Meski didepan mataku, ku melihat ia dengan kekasihnya. Aku masih mampu tuk menatapnya dalam, dan berteriak dalam hatiku, aku menyukaimu!

Terkadang airmataku menetes, oh terkadang saja. Menyesali semua kebodohan yang aku sendiri tak mau tinggalkan. kebodohan ini terlalu indah bagiku! Aku tak pernah merasakan hal ini. Merasakan hal setulus ini. Aku mampu tetap mencintainya, sekalipun.. ya kalian sendiri pun tau sekalipun apa, iya kan?

Aku tak tahu entah sampai kapan hatiku tetap bergetar ketika ku lihat ia ada.Aku tak tahu sampai kapan hatiku seakan ingin melompat keluar ketika ia tersenyum dan berjabat tangan denganku. Aku tak tahu sampai kapan aku bertahan untuk menikmatinya dari jauh, melihatnya bahagia dari jauh, meskipun alasannya bahagia adalah bukan aku. Aku tak tahu sampai kapan aku mampu merangkai mimpi-mimpi indah di atas pecahan kaca yang sudah melukai diriku tanpa aku merasakannya karna semua ini terlalu manis dan menyenangkan!

Rasanya aku ingin menari dan tertawa di antara hujan, menikmati setiap tetesan airnya menghujaniku, melepaskan setiap perihku dan menggantinya dengan harapan yang baru, mengalir dari kepalaku menuju kakiku dan mengalir terus meninggalkanku, begitupun juga dengan perih itu. Ingin rasanya aku berteriak di antara angin, agar angin menyampaikan pesan dari hatiku yang terdalam, bahwa aku menyukainya! aku menyukainya!

Kamu, tenang, aku takkan melangkah lebih jauh mendekat padamu. Aku akan tetap disini pada batasku. Aku takkan mengganggu hidupmu, aku takkan masuk kedalam ceritamu. Tapi izinkan aku disini, dan ada di setiap bagian dari perjalananmu, tidak, tidak untuk menjadi peran dalam cerita hidupmu. Tapi aku ingin menatapmu dan melihatmu agar kau tetap menjadi bagian dari cerita cintaku. Aku takkan merusak semua yang sudah kau miliki, aku takkan mendekat dan merusak semua, aku akan tetap disini, tanpa mendekat, sampai pada saatnya aku menyadari aku harus menyudahi semua kebodohan indah ini. Aku akan tetap disini didalam kesendirianku, sampai suatu saat waktu menjawab bahwa sudah saatnya aku melangkah pergi dan memalingkan wajahku daripadamu, dan menatap seorang lain, yang sudah Tuhan persiapkan untukku..
Tetaplah menjadi bagian cerita indahku, tetaplah menjadi melodi indah dalam setiap nyanyian cintaku, tetaplah menjadi alasan bagiku untuk tersenyum. Aku menyukaimu!


Dear you,

0 comments:

Posting Komentar