26 Feb 2016

Hidupku Milik Siapa?

Posted by with No comments
Seakan semakin tertekan dan tenggelam dalam sebuah pilihan, dimana aku sendiri harus menentukan kemana hidupku harus berjalan, ya aku tahu ada Kau di sini, ada Kau besertaku yang akan memegang tanganku kemanapun seharusnya aku harus pergi. Ada Engkau yang sudah terlbih dahulu menyiapkan jalan ini untuk ku lalui untuk menggapai setiap kemenangan demi kemenangan. Ya hidupku adalah milikMu, dan yang ku percaya, semua yang Kau tetapkan adalah yang terbaik dan termulia untukku. Aku sadari semuanya itu.
google.com 
Tapi dalam setiap perjalanan kita ya Tuhan, kerap kali ada manusia yang seolah menjadi penyampai pesanMu, ada kali yang bertindak menjadi orang yang perduli dengan kehidupanku, ada orang yang berlaku seperti mengerti apa yang aku rasakan dan apa yang harus aku lakukan setelahnya. Ada orang yang berperan sebagai hakim yang mengaruskan aku mengikuti setiap keputusannya. Ada orang yang mencoba mempengaruhi pikiranku dengan topeng aku ingn yang terbaik terjadi padamu Rene. Tapi terkadang semua tidak sesuai dnegan hatiku.

Banyak sekali yang mencoba mengambil apa yang aku punya, merusak yang aku punya, memisahkan aku dengan orang-orang yang aku anggap orang terbak dalam hidupku. Tuhan apakah Kau sadar, aku bingung...

Terimakasih, untuk sebuah buku manis yang Kau berikan padaku lewat para hambaMu, sehingga aku punya dan tahu setiap janjiMu, kalau saja aku tak miliki dan baca buku ini, aku tidak mengerti kemana mataku harus menatap ketika aku ketakutan, kemana kakiku harus berpijak ketika selah tidak ada dasar lagi untuk berharap, dan apa yang harus hatiku pegang agar aku tak jatuh, kecewa dan terluka. Terimakasih..

Bapaku, kalau memang mereka benar Engkau letakkan untuk mengingatkan aku, damaikan hatiku untuk bisa menerima pendapat mereka dengan rendah hati. Aku bukan Rene yang baik, Kau tau itu, aku Kau ambil dan hiasi kembali ketika aku berada di dalam kubangan dosa. Kau tau aku bukan berasal dari tempat aik, karakterku tidak baik, aku penuh dosa, aku bisa seperti ini semua karna Engkau semata..

Bapa..
google.com
Kalau saja aku bisa memilih, aku tidak mau pusing dengan apa yang harus aku putuskan. AKu berikan padaMu, hanya saja, kadang aku tidak bisa mendengarkan suaraMu karna kesalahanku sendiri, bisakah Kau tegur aku dengan keras supaya aku tidak nakal lagi? Tapi, jangan biarkan mereka memutar balikkan pikiranku, pegang tanganku Bapa..

TanpaMu aku tidak tahu harus berjalan kemana. Kekuatanku adalah diriMu. Sinar wajahMu menenangkan hatiku yang kuatir dan takut ketika aku berjalan di tengah longlongan serigala yang siap memakanku. MataMu yang lembut adalah tatapan lembut yang menguatkan semua tulang-tulangku untuk tetap berdiri tegap dan menghadapi semua. Tuhan Yesus Kau baik...

Tetap disini saja, jangan pergi, aku perlukan Engkau, selamanya...

0 comments:

Posting Komentar