15 Jun 2016

Kisah Terakhirku

Posted by with No comments
Hai blog! Menyambut postingan sebelumnya . Aku bakal ceritain tetang dia yang sedang mengisi hati dan hariku 8 bulan belakang ini. Ya mungkin kalian mengiranya dia yang aku ceritakan di post yang ini. Sesungguhnya bukan. Lalu kalian berfikir dengan mudahnya aku jatuh cinta? Yok baca dulu biar ngeh hehehe..

Hampir 1 tahun lalu memang aku memendam rasa begitu mendalam kepada seorang pria yang aku anggap sempurna. Dia sahabatku, partnerku dan terlalu indah persahabatan itu, jika aku campurkan dengan cinta. Finally 13 Desember, pada saat aku menuliskan post tentang dirinya, disaat itulah aku memutuskan untuk memulai kisah dengan seorang pria lain yang tidak asing dengan ku dan selalu ada di sampingku. Aku memutuskan bahwa apa yang selama ini aku rasakan hanyalah emosi sesaatku saja. Perlahan semua berubah, aku mulai bisa menerimanya dalam kehidupanku, terutama kehidupan cintaku. Yang pada awalnya memang aku sangat nyaman berbicara dengannya, hanya saja aku terlalu takut untuk melepaskan bayangan sahabatku itu, dan komitmenku, aku ingin tak ada bayang sahabatku itu lagi, dan tidak ada lagi perbandingan antara dia dan sahabatku ini.



Ku akui, dia berbeda dengan laki-laki yang aku inginkan sebelumnya. Hanya saja, ntah kenapa, kesederhanaan dan ketenangannya menghanyutkan aku. Ya aku mulai ingin 'membuka' diri untuknya. Tanpa aku sadari, ternyata aku sudah bercerita sangat banyak padanya ketika kami belum memiliki komitmen, dan hal yang membuatku kagum adalah, dia mengingat semua celotehku itu. Oh iya, namanya PATAR. Batak banget ya! Hehe


Kami adalah dua insan yang sama mengakui bahwa kami tidak memiliki apapun. Kami adalah dua insan yang menyatukan hati untuk bahagia, tanpa materi. Dan kami adalah dua insan yang menjadikan hal-hal kecil bahkan konyol, menjadi banyolan yang menggelitik dan tertawa terbahak bersama. Kami punya impian yang sama, kami berada di titik nol yang sama. Dan yang kami inginkan, kami bersama sampai semua apa yang ada dalam mimpi kami tercapai. Ya, bersama. We will reach our dream, together..


Patar bukan laki-laki romantis, yang bisa menggombal atau membuat ku tersipu dengan sejuta rayuan dan janji-janjinya. Bahkan tak jarang aku cemberut karena ketidakmampuannya untuk meyakinkan ku dengan janji.
"Abang gak mau janji terlalu banyak dek. Gak mau terlalu banyak ngomong. Adek perhatiin aja apa yang abang lakukan, nilai aja apakah abang bener serius atau main-main."
Ya disaat semua wanita larut dalam rayuan, aku harus membuka mata lebar-lebar dan menilai sendiri. Tak jarang Patar mencoba untuk menggombal, tapi bagiku itu adalah lelucon terlucu, karena aku bisa membayangkan ekspresinya ketika mengucapkan itu. Walaupun, itu semua ia sampaikan lewat udara. Ya, aku dan Patar menjalani HUBUNGAN JARAK JAUH, atau bahasa bekennya LONG DISTANCE RELATIONSHIP.

Sejak perkenalan pertama aku sudah mengetahui kalau aku menjalani hubungan ini, semua akan lebih sulit dibanding hubunganku sebelumnya. Dan karena aku pernah gagal dalam LDR, maka semua seakan menjadi momok bagiku. Aku tidak mau semua gagal lagi.

"Adek, buka pagar dong, abang di depan ini.." 
Sampai detik ini kata-kata itu selalu gak pernah lupakan. Dan percaya gak percaya, Patar lakukan hal ini lebih dari empat kali, dan semuanya tetap membuatku terperangah, tidak percaya, tertawa terbahak, bahkan menahan tangis haru. Hanya ingin bilang, terimakasih untuk semua kejutan kecil yang sarat akan perjuangan. Tidak mewah memang, tapi berkesan, bahkan sampai aku mati mungkin..

"Adek kode minta kawinin buruan ya? Asin gini deekkk"
Ini momment aku masak pertama kali :D
Semua hal sudah kami ceritakan satu sama lain, semakin hari aku dan Patar semakin mengikatkan diri, dan semakin yakin untuk membawa hubungan ini untuk lebih serius. Meskipun halangan ada dimana-mana. Kesulitan begitu banyak. Aku percaya ketika aku dan Patar tetap bergandengan tangan dan sehati untuk lalui semua, masalah apapun tidak akan menggoncang ikatan dalam hati ini.

Mungkin teman-teman bertanya, kenapa aku tidak pernah menulis tentang Patar bahkan ketika aku sudah merasakan nyaman bahkan ketika aku masih memiliki rasa pada sahabatku itu. Tak bisa ku pungkiri, bahwa aku menikmati semua bagian perjalananku dengannya. Sampai-sampai aku tak sempat untuk mengabadikannya dalam sebuah tulisan. Waktu itu, Patar juga sudah bertanya kenapa tidak ada dirinya dalam blogku, dan kenapa semua tentang masa laluku masih ada dalam blog ini. Jawabannya hanya ada satu, aku ingin dunia tahu bahwa sebelum aku menemukan dia yang akan menggenggam jemariku sampai akhir hayat, aku harus melewati banyak pelajaran, bahkan aku harus menangis bahkan depresi karena pembelajaran-pembelajaran ini. Dan ketika aku dipertemukan dengan dia, aku sudah siap untuk menghadapi fase berikutnya, yaitu jenjang lebih serius daripada hubungan sekarang ini..

Mauuu aja di apa-apain hehe
Tidak ada kata manis yang mampu ungkapkan betapa aku bahagia dengan hubungan ini. Aku menikmati semuanya. Aku menikmati setiap airmata ketika aku dan Patar bertengkar hebat, saling berdiam diri dan mengalahkan ego masing-masing, hingga masanya saling memaafkan dan hati terasa semakin dekat. Aku menikmati setiap rindu yang seakan menyiksa jiwaku, setiap rindu ketika aku benar ingin dia ada di sini bersamaku. Aku menikmati ketika aku berjuang ketika ada orang lain yang mencoba untuk mengisi jarak antara aku dan Patar. Memperjuangkan setiap komitmen yang sudah terucap, dan impian yang sudah terukir manis dalam benak dan relung hati kami masing-masing. Aku menikmati ketika aku tersiksa karna cemburu, dan aku menikmati ketika ia manyun karena kuatir aku akan pergi darinya. Yah, aku nikmati semua fasenya.

Aku akan bagi kisah-kisahku dengan Patar di next post. Tetap doakan kami ya! Karna kata AMIN dari lubuk hati kalian yang paling dalam, adalah doa dan bingkisan termanis bagi kami berdua. I love you guys <3

Rene,

PAMIT!

0 comments:

Posting Komentar